Kamis, 30 Juli 2009

TATA PAPAN 5 R ( 5 S)

Istilah 5R sebenarnya berasal dari negara jepang dengan mengusung naman 5S. 5R umumnya diterapkan pada areal storage/warehouse/ logistik untuk menata lingkungan kerja agar nyaman dan aman juga memiliki maksud spesifik seperti SAFETY, tempat kerja yang tersusun dengan apik akan menghindarkan timbulnya baik itu perilaku tidak aman maupun kondisi yang tidak aman QUALITY, tempat kerja yang tersusun dengan apik akan menciptakan kemudahan dan ketelitian dalam bekerja PRODUCTIVITY, tempat kerja yang tersusun dengan apik akan meningkatkan productivitas kerja karena suasana kerja nyaman, mencari barang2 lebih cepat, dll
MAINTENANCE, tempat kerja yang tersusun dengan apik akan mempermudah dalam membersihkan dan merapihkannya kembali setiap hari
Jika anda berniat ingin melakukan penelitian dengan mengusung tema ini, maka hal yang perlu anda persiapkan adalah sebagai berikut:

R1-S1 (RINGKAS/SEIRI): "Menyingkirkan barang yang tidak diperlukan", pada elemen ini yang anda lakukan adalah pengamatan total, tanyakan kepada orang yang terkait mana barang PERLU buat klasifikasi apakah barang tersebut memiliki frekuensi penggunaan (tinggi (A), sedang (B), rendah(C)) dgn demikian setiap kategori tersebut anda dapat menentukan tempat penyimpanannya kelak, mis (A=di tempat kerja, B= rak, C=gudang). Juga tanyakan mana barang yang TIDAK PERLU buat klasifikasi barang tersebut apakah BERNILAI = DIJUAL dan TIDAK BERNILAI = DIBUANG. setelah anda mengklasifikasikan tempelkan Label Merah (AKAFUDA) pada barang2 yang dibuang, dengan demikian memudahkan seseorang dalam ikut berpartisipasi di dalam program ini.

R2-S2 (RAPI/SEITON) : "Membenahi tempat penyimpanan barang", pada elemen ini yang anda harus lakukan adalah bertanya apakah perusahaan tersebut memiliki prosedur dalam penataan barang dengan memberikan label, warna, atau garis-garis tertentu. Jika belum, maka yang harus anda lakukan adalah membuat semacam rules penataan ruang. Misal Lokasi tetap (disimpan dimana?), Barang tetap (Keseragaman benda yang disimpan), Jumlah tetap (berapa banyak yang disimpan). Penerapan FIFO (First in First Out), kemudian penentuan warna cat pada lantai misal Biru diperuntukan untuk areal kerja, Kuning menandakan akses untuk pejalan kaki, Hijau areal bebas dari benda-benda/ emergency, Abu-abu untuk areal tempat penyimpanan barang. dan lain sebagainya prosedur yang akan anda susun beserta teamnya nanti.

R3-S3 (RESIK/SEISO): "Mengatur dan melaksanakan prosedur kebersihan harian", pada elemen ini yang anda harus lakukan adalah bertanya apakah perusahaan tersebut memiliki jadwal harian untuk melaksanakan program housekeeping ini. Jika belum yang anda harus lakukan adalah pertama, perusahaan terebut harus memiliki peralatan kebersihan terlebih dahulu (sapu, pengki, kain lap, dll). kemudian anda bisa membuat peta tanggung jawab resik (tentukan orang pada lokasi-lokasi tertentu yang akan menjadi tanggung jawabnya), lakukan 10 menit perhari

R4-S4 (RAWAT/SEIKETSU) :"Pertahanlan elemen ringkas, rapi dan resik", Mempertahankan RINGKAS, RAPI dan RESIK. Artinya memelihara lingkungan yang sudah bersih dan rapi sepanjang waktu. Maka perlu dibuat standar prosedur. Jika tidak segera distandarkan maka kondisi bersih rapi yang telah dicapai akan kembali kotor berantakan. Prosedur standar ini harus dilaksanakan oleh semua pihak. Prosedur Standar ini harus diumumkan, diketahui dan dipahami oleh semua orang, salah satu realisasinya adalah penetapan standar kebersihan dan pemasangan rambu-rambu seperti "Tools yang setelah dipakai wajib dikembalikan dalam keadaan bersih"

R5-S5 (RAJIN/SHITSUKE): "Jadikanlah sebagai suatu kebiasaan", Standar prosedur yang telah ada, dalam melaksanakan Ringkas (Seiri), Rapi (Seiton), Resik (Seiso) harus secara berkelanjutan dipertahankan (sustain). Dengan disiplin yang tinggi, RINGKAS, RAPI, RESIK sesuai dengan standar prosedur menjadi kebiasaan kerja, menjadi sikap kerja kita. Yang penting juga kita harus mengkomunikasikan, mengajarkan, melatih dan mendidik anak buah, rekan kerja, untuk memahami standar prosedur yang ada. realisasinya dapat dengan diadakannnya Lomba kebersihan, audit khusus 5R, daily safety patrol dengan form checklist khusus
Yang perlu diperhatikan dalam melakukan penelitian ini adalah lakukan pemotretan (ambil gambar) lokasi kerja antara sebelum penerapan 5R dengan sesudah penerapan 5R sehingga dapat menjadi evidences yang kuat akan manfaat 5R itu sendiri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar